Keraton Solo
Long weekend lalu, barengan sama libur pemilu, kami sekeluarga besar pulang ke Solo. Ada acara yang sebenernya paling aku tidak sukai, yaitu pengajian peringatan 2 tahun meninggalnya ibuku tercinta. Bukan pengajiannya yang aku nggak suka, hanya…. kepergian ibu yang terlalu cepat (menurutku). Tapi mungkin menurut Allah beda ya .. ini terbaik buat Ibu



Tapi nggak seru juga kalo diem aja. Secara kami jarag-jarang mudik. Akhirnya keliling kota aja sambil cari kaos tulisan "solo" di PGS. Bentar aja sih… Pas diatas PGS liat keraton solo dari atas. Trus, dapet ide buat jalan2 kesitu. Athira dan Alya antusias banget pengen liat dalemnya Keraton Solo.

Jalan-jalan di dalam Keraton Solo, kami ditemani Guide, namanya Pak Gati, gelarnya Raden Tumenggung (kalo nggak salah semacam bupati anom). Jadi enak banget. Anak-anak dijelasin mulai dari sejarah berdirinya Keraton Solo, tempat-tempat di Keraton, dampai ke koleksi benda-benda bersejarah milik Kraton Solo.

Senengnya pas sampai di pendopo lagi ada live performance tari-tarian… nonton dulu deh. Di halaman Keraton Solo ini semuanya berpasir. Konon pasirnya ini diambil dari pantai selatan yang mengandung zat besi. Jadi bisa menyembuhkan macem-macem penyakit. Sttt …. kita kudu buka sepatu lho …

Ini dia menara tempat raja-raja bersemedi. Wah susah banget njelasin apa itu semedi ke Alya & Athira .. he he he …

Silsilah dinasti mataram. Dijelasin mulai dari kerajaan majapahit, sampai perjanjian Giyanti yang membagi Keraton Jogja dan Keraton Solo.

Princess masa depan naik kereta kencana .. he he he

Di museumnya banyak barang-barang bersejarah. So, kalo ke Solo aku recomended deh pergi kesini. Surprisely, anak-anak ternyat suka banget. Sepanjang perjalanan pulang masih aja terus ngomongin hal-hal yang ada di kraton. Banyak nanya2 lagi… sampe akhirnya aku bingung sendiri. Untungnya eyang kakungnya tau percis … yo wis lanjut ke eyang kakung ..
LIburan kali ini udah ke keraton solo yang merupakan leluhur dari Bapak saya (eyang kakungnya anak-anak). Insya Allah next trip, kami bakal mengunjungi Istana Mangkunegaran, yang merupakan leluhur dari Alm. Ibu.

